Potensi Kelautan dan Perikanan Belum Terkelola Dengan Maksimal

43damsuar12PARIT MALINTANG, Kabupaten Padang Pariaman memiliki potensi sumberdaya kelautan dan perikanan yang sangat menjanjikan bagi kemakmuran dan kesejahteraan. Tetapi, kenyataannya, sangat kontradiktif dengan kondisi masyarakat, khususnya petani nelayan dan pembudidaya ikan yang masih masuk kategori miskin.Wakil Bupati Drs H Damsuar Dt Bandaro Putiah MM mengemukakan hal itu di hadapan peserta Upacara Hari Kesadaran Nasional di Halaman Kantor Bupati Parit Malintang, Senin (17/2). Upacara dihadiri Unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, Kepala Lapas, seluruh Kepala SKPD, TNI, Polri serta pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman.Kondisi ini, lanjut Damsuar, menggambarkan bahwa potensi tersebut belum terkelola dan termanfaatkan secara optimal. Akibatnya, belum mampu memberikan konstribusi yang signifikan terhadap pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.Secara umum, katanya, hal itu disebabkan karena masih rendahnya kualitas sumberdaya manusia, lemahnya pemanfaatan teknologi di bidang perikanan dan kelautan, jaringan pemasaran yang sempit serta kesulitan dalam mengakses permodalan. Ilustrasinya terlihat jelas, bahwa usaha perikanan pada umumnya bisa dikatakan sebagai usaha yang visible namun belum juga bankable.Menghadapi permasalahan ini, semenjak tahun 2011 Pemerintah Daerah melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) telah mengubah mainstream penangananan masalah kemiskinan nelayan dan pembudidaya ikan, dengan merombak total Visi dan Misi DKP.

“Salah satu tujuannya adalah untuk memutus rantai kemiskinan, yakni terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui peningkatkan pendapatan nelayan, pembudidaya ikan, serta pelaku usaha kelautan dan perikanan lainnya,” ujar Damsuar.

Keseriusan DKP ini, katanya lagi, dibuktikan dengan menjadikan sumber daya kelautan dan perikanan sebagai pengerak utama perekonomian Padang Pariaman. Hal ini telah ditetapkan sebagai visi yang tertuang dalam rencana strategis (renstra) DKP Padang Pariaman.

Bukan merupakan sebuah isapan jempol dari visi di atas atau sebuah target yang imposible. Kabupaten Padang Pariaman yang memiliki panjang pantai lebih dari 60,8 km dengan bentangan laut yang sangat luas di Samudera Indonesia memiliki potensi alam yang sangat besar.

Kalau boleh diistilahkan bagaikan harta karun yang belum terjamah dan dimanfaatkan. Di samping itu, potensi perikanan darat yang sangat besar dan belum terkelola dengan maksimal, terutama pemanfaatan saluran irigasi dan daerah aliran sungai, jumlahnya sangat banyak.

“Kalau potensi ini dapat digarap dengan maksimal dan dengan dukungan program dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi di sektor kelautan dan perikanan yang sangat besar setiap tahun, tentu visi ini akan dapat terwujud,” cetus Damsuar.

 

 

 

 

 

PARIT MALINTANG, SO — Kabupaten Padang Pariaman memiliki potensi sumberdaya kelautan dan perikanan yang sangat menjanjikan bagi kemakmuran dan kesejahteraan. Tetapi, kenyataannya, sangat kontradiktif dengan kondisi masyarakat, khususnya petani nelayan dan pembudidaya ikan yang masih masuk kategori miskin.Wakil Bupati Drs H Damsuar Dt Bandaro Putiah MM mengemukakan hal itu di hadapan peserta Upacara Hari Kesadaran Nasional di Halaman Kantor Bupati Parit Malintang, Senin (17/2). Upacara dihadiri Unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, Kepala Lapas, seluruh Kepala SKPD, TNI, Polri serta pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman.Kondisi ini, lanjut Damsuar, menggambarkan bahwa potensi tersebut belum terkelola dan termanfaatkan secara optimal. Akibatnya, belum mampu memberikan konstribusi yang signifikan terhadap pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.Secara umum, katanya, hal itu disebabkan karena masih rendahnya kualitas sumberdaya manusia, lemahnya pemanfaatan teknologi di bidang perikanan dan kelautan, jaringan pemasaran yang sempit serta kesulitan dalam mengakses permodalan. Ilustrasinya terlihat jelas, bahwa usaha perikanan pada umumnya bisa dikatakan sebagai usaha yang visible namun belum juga bankable.Menghadapi permasalahan ini, semenjak tahun 2011 Pemerintah Daerah melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) telah mengubah mainstream penangananan masalah kemiskinan nelayan dan pembudidaya ikan, dengan merombak total Visi dan Misi DKP.

“Salah satu tujuannya adalah untuk memutus rantai kemiskinan, yakni terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui peningkatkan pendapatan nelayan, pembudidaya ikan, serta pelaku usaha kelautan dan perikanan lainnya,” ujar Damsuar.

Keseriusan DKP ini, katanya lagi, dibuktikan dengan menjadikan sumber daya kelautan dan perikanan sebagai pengerak utama perekonomian Padang Pariaman. Hal ini telah ditetapkan sebagai visi yang tertuang dalam rencana strategis (renstra) DKP Padang Pariaman.

Bukan merupakan sebuah isapan jempol dari visi di atas atau sebuah target yang imposible. Kabupaten Padang Pariaman yang memiliki panjang pantai lebih dari 60,8 km dengan bentangan laut yang sangat luas di Samudera Indonesia memiliki potensi alam yang sangat besar.

Kalau boleh diistilahkan bagaikan harta karun yang belum terjamah dan dimanfaatkan. Di samping itu, potensi perikanan darat yang sangat besar dan belum terkelola dengan maksimal, terutama pemanfaatan saluran irigasi dan daerah aliran sungai, jumlahnya sangat banyak.

“Kalau potensi ini dapat digarap dengan maksimal dan dengan dukungan program dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi di sektor kelautan dan perikanan yang sangat besar setiap tahun, tentu visi ini akan dapat terwujud,” cetus Damsuar.
– See more at: http://www.sumbaronline.com/berita-18279-potensi-kelautan-dan-perikanan-belum-terkelola-maksimal.html#sthash.VkVnylhi.dpuf

Updated: July 24, 2019 — 4:24 pm

Download File

DokumenLakipLaporan KeuanganPustakaStatistikDatabase

dokumen

lakip

    lapkeu

      pustaka

        Statistik

          Database

            Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Padang Pariaman © 2014
            Frontier Theme